DIVISION SCHIZOPHYTA PDF

Description[ edit ] Cyanobacteria are a group of photosynthetic bacteria, some of which are nitrogen-fixing , that live in a wide variety of moist soils and water either freely or in a symbiotic relationship with plants or lichen -forming fungi as in the lichen genus Peltigera. Colonies may form filaments, sheets, or even hollow spheres. Some filamentous species can differentiate into several different cell types: vegetative cells — the normal, photosynthetic cells that are formed under favorable growing conditions; akinetes — climate-resistant spores that may form when environmental conditions become harsh; and thick-walled heterocysts — which contain the enzyme nitrogenase , vital for nitrogen fixation [16] [17] [18] in an anaerobic environment due to its sensitivity to oxygen. Free-living cyanobacteria are present in the water of rice paddies , and cyanobacteria can be found growing as epiphytes on the surfaces of the green alga, Chara , where they may fix nitrogen.

Author:Shaktisar Nikoshakar
Country:Argentina
Language:English (Spanish)
Genre:Finance
Published (Last):24 July 2009
Pages:339
PDF File Size:12.40 Mb
ePub File Size:2.36 Mb
ISBN:722-4-20010-870-8
Downloads:13887
Price:Free* [*Free Regsitration Required]
Uploader:Moogukree



Dinding sel jelas b. Dinding tidak mengandung selulosa, tetapi tersusun atas hemiselulosa dan senyawa semacam peptin yang mengandung N. Inti bakteri bersifat difusi. Ada berbagai jenis bakteri yang pada keadaan tertentu dapat membentuk rambut-rambut plasma yang memungkinkan bakteri bergerak aktif dalam medium cair. Rambut-rambut plasma tersebut dinamakan bulu cambuk atau flagel,yang jumlah dan letaknya pada tubuh dapat berbeda-beda.

Bersifat kemoutotrof Bila energi untuk asimilasinya kemosintesis diperoleh dari reaksi-reaksi kimia. Misalnya dari proses-proses oksidasi senyawa tertentu. Bakteri nitrit dengan mengoksidkan NH3, bakteri nitrat dengan mengoksidkan HNO2, bakteri belerang dengan mengoksidkan berbagai senyawa belerang. Bersifat fotoautotrof Bila energi untuk asimilasi fotosintesis diperoleh dari cahaya matahari. Seperti pada tumbuhan hijau, bakteri yang dapat mengadakan fotosintesis adalah bakteri-bakteri yang mempunyai zat warna.

Misalnya dari golongan Thiorhodaceae bakteri belerang berzat warna. Dari segi kebutuhannya akan oksigen, bakteri dibedakan dalam dua golongan, yaitu: 1. Bakteri aerob Bila hidupnya memerlukan oksigen bebas.

Bakteri anaerob Bila dapat hidup tanpa oksigen bebas. Bakteri yang aerob masih dapat dibedakan lagi dalam yang aerob secara obligat, yaitu untuk hidupnya mutlak diperlukan adanya oksigen bebas. Bila kebutuhan terhadap oksigen bebas tidak mutlak, artinya dapat hidup pula tanpa adanya oksigen bebas, bakteri itu dikatakan bersifat anaerob fakultatif.

Selanjutnya kita mengenal bakteri patogen, yaitu bakteri yang hidup sebagai parasit dan menimbulkan penyakit bagi inangnya, baik inang yang berupa tumbuhan, hewan, maupun manusia. Setelah membelah, sel-sel akan tetap bergandeng satu sama lainnya membetu koloni bakteri. Koloni tersebut membentuk bermacam macam bentuk. Ada koloni yang terdiri atas sepasang sel seperti terdapat pada marga diplococcus, ada yang berbentuk kubus yang terdiri atas 8 sel pada marga Sarcina, ada yang berbentuk rantai pada marga streptococcus, ada juga yang seperti standan buah anggur pada marga Staphylococcus.

Bakteri berkembangbiak dengan cepat, sebagai contoh beberapa bakteri mampu membelah setiap 20 menit sekali. Pertukaran materi genetik disebut rekombinasi genetik atau rekombinasi DNA. Umumnya terjadi pada bakteri gram negatif. Protoplasma yang berada didalamnya berkontraksi mengadakan badan yang bulat dengan dinding baru. Badan ini disebut spora, lebih tepatnya lagi endospora, karena terbentuk dari sel yang lama.

Spora bakteri tidak dapat dipandang sebagai alat reproduksi, tetapi sebagai badan untuk mepertahankan diri menghadapi keadaan yang tidak menguntungkan, misalnya kekeringan, suhu yang tinggi atau amat rendah, zat-zat kimia yang bersifat sebagai disinfektan. Spora bakteri tertentu dapat bertahan selama 16 jam dalam air mendidih. Bila keadan kembali kembali seperti biasa, spora akan tumbuh menjadi sel biasa.

Dengan cara dinding spora dilepaskan, protoplasma tumbuh sampai ukuran bakteri yang normal dan membentuk dinding sel yang baru. Dari satu spora hanya terbentuk satu sel kembali. Tubuh yang kecil, cara hidup yang beranekaragam, berkembang biak dan kemampuan dalam mempertahankan diri menyebabkan luasnya distribusi bakteri, sehingga bakteri juga disebut kosmopolit.

Bakteri mempertahankan diri dalam kondisi yang buruk dengan pembentukan spora, banyak pula jenis-jenis bakteri yang akan mati karena perubahan faktor lingkungan.

Dengan demikian besarnya populasi bakteri tetap terkendali dan di alam peranan bakteri sebagai salah satu makhluk pengurai terjaga keseimbangannya. Bakteri yang hidup sebagai saprofit, misalnya berperan sebagai pengurai menjadi pembersih atau mencegah terjadinya akumulasi sisa-sisa bahan organik dari tumbuhan maupun hewan yang berlebihan.

Proses penguraian yang ditimbulkan oleh bakteri saprofit menghasilkan senyawa-senyawa yang lebih sederhana komposisinya, misalnya bahan yang diuraikan mengandung berbagai jenis protein atau senyawa yang mengandung N dan S maka penguraian itu akan menimbulkan zat-zat gas yang berbau busuk, sehingga proses penguraian itu dinamakan pembusukan. Proses penguraian yang ditimbulkan oleh bakteri yang tidak disertai timbulnya bau yang tidak sedap lazimnya dinamakan fermentasi.

Berbagai proses fermentasi oleh bakteri sangat bermanfaat dalam rumah tangga. Contohnya pada proses pembuatan minuman beralkohol. Pembuatan keju dari susu pada dasarnya juga merupakan pemanfaatan kegiatan bakteri. Pembuatan minuman yoghurt memanfaatkan kegiatan bakteri Lactobacillus caucasicus. Dalam proses yang dikenal dengan nitrifikasi, senyawa amoniak dan asam nitrit yang meracun tanaman oleh bakteri nitrit dan bakteri nitrat diubah menjadi asam nitrat yang tidak lagi berbahaya, bahkan diperlukan oleh tanaman.

Proses itu terdiri atas 2 tahap yang digambarkan menurut persamaan kimia berikut : a. Ada pula yang hidup bersimbiosis dengan tanaman lain, misalnya Rhizobium radicicola yang membentuk bintil-bintil pada akar tanaman dari suku Leguminosae tumbuhan buah polong, kacang-kacangan. Bakteri yang menghasilkan antibiotika menjadi penghambat atau pembunuh berbagai bakteri patogen. Misalnya Streptomycesgriseus menghasilkan streptomisin yang digunakan untuk membrantas Mycobacterium tuberculosis penyebab penyakit TBC.

Bakteri dari kelompok yang hidup sebagai saprofit, antara lain jenis-jenis yang menyebabkan cepat busuknya bahan-bahan pangan. Cara yang digunakan dalam pengamanan yaitu pengawetan sterilisasi, pasteurisasi, pengeringan, penambahan garam atau gula dalam konsentrasi yang tinggi.

Bakteri yang hidupnya sebagai parasit terutama yang bersifat patogen bagi manusia, hewan ternak dan tanaman budidaya. Bakteri bersifat anaerob yang dalam tanah menimbulkan proses-proses reduksi sehingga senyawa yang mestinya dapat digunakan tanaman diubah menjadi senyawa yang tak dapat digunakan. Bangsa Pseudomonadales.

BISTABILITY IN ATOMIC-SCALE ANTIFERROMAGNETS PDF

Cyanobacteria

.

HNO OPERATIONSLEHRE PDF

Plant Taxonomy Notes

.

AGILENT E3632A PDF

Schizophyta

.

Related Articles